Rakatalenta.Com™, Kementerian Perhubungan menyatakan maskapai di Indonesia harus siap
menggunakan bahan bakar ramah lingkungan terhitung mulai 2016.
"Meski tidak murni menggunakan biofuel, tapi masih ada campuran,"
kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono usai membuka
International Green Aviation Conference di Nusa Dua, Bali, Selasa (2/7).
Menurut dia, inisiatif Indonesia itu penting untuk menunjukkan pada
dunia peran Indonesia dalam kebijakan sektor penerbangan. Terutama untuk
menunjukkan komitmen menekan emisi gas rumah kaca.
Indonesia, lanjut Bambang, siap mengurangi emisi hingga 26 persen.
Jika ada bantuan internasional, maka ditargetkan pengurangan emisi bisa
mencapai 41 persen.
Bambang menambahkan, sejumlah bandara internasional baru di Indonesia
sudah mulai menerapkan prinsip ramah lingkungan. "Bandara Ngurah Rai,
Soekarno-Hatta dan Juanda sudah mulai ke arah ramah lingkungan," ujar
Bambang.
Kesiapan penggunaaan bahan bakar ramah lingkungan disambut dari pihak
maskapai penerbangan. "Kita targetkan penggunaan biofuel untuk seluruh
armada pesawat pada 2015," kata Direktur Operasi Garuda Indonesia
Novianto Herupratomo dalam kesempatan sama.
Garuda saat ini memiliki 96 unit armada dan pada 2015 bertambah
menjadi 144 unit. "Pemerintah harus siap mendukung dengan tersedianya
pasokan biofuel," pinta Novianto.